Buncah

Kalau buncis itu kacang, maka buncah adalah perasaan gua saat ini. Buncah, karena ada yang sesak dalam diri. Energi yang sesak, mendesak, meledak-ledak. Masa ajeb-ajeb yang baru usai masih belum menyalurkan seluruh energi. Masih belum “turun”, masih jaim, masih ingat daratan. Tapi cukuplah untuk mengembalikan memori masa muda hehe..

 Sebetulnya sih, gua percaya muda itu urusan state of mind. Berapa banyak elu lihat orang muda yang menyia-nyiakan kebeliaannya, sementara yang renta malah tegar bersemangat. Tapi semangat di perempatan hidup sepertinya belum cukup. Perlu pikiran jangka panjang, dan mungkin juga peruntungan. Perlu juga menentukan mau menapaki jalan sambil merangkak, berlari, atau berputar-putar.

Yang terakhir itu, meskipun bukan pilihan, kayaknya sedang gua jalani. Agak menyebalkan, serasa disorientasi. Apa gua pakai peta yang salah? Sepertinya sih gua sedang berjalan terus ke Utara. Mungkin pengaruh romatisme yang bikin gue terus ngalor. Tapi apa perlu ngidul hanya karena alasan pragmatis. Hmm, tambah runyam ini tulisan. Cogito ergo doleo. Gua tambah quote yang enggak nyambung sekalian deh, hehe

“Any man who is under 30, and is not a liberal has no heart; and any man who is over 30, and is not a conservative, has no brains” –Sir Winston Churchill    

 Biar tambah kacau, mari kita menyanyi.. Hear me in the harmony-nya Harry Connick, Jr. The city don’t even matter, I could be anywhere, I don’t care, There’s a whole lotta hard workin people That could take my place, And it’s easy to leave, When nobody knows your face, Just close your eyes, You can hear me in the harmonyI came up in New Orleans, Fixin what I could find, To peace my mind, I gave what I had to the winners, Just to get along, But it’s really hard to sing, When nobody hears your song, Just close your eyes, You can hear me in the harmonyI thought I learned from getting burned, I bought a suit of armor and a silver cane, I found a little man who’d be proud of me, But he had to get up early, And I had to get back to my painI guess I’ll keep on livin, One day they’ll ask for me, I’ll be free, And if there’s a heaven, I’ll be ready for my life to begin, But I wonder if I call, If they’re gonna let me in, Open your eyes, You can hear me in the harmony

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    angga said,

    huehehe…udah lama ga denger “cogito ergo doleo”. Gara-gara itu, si yaya jadi punya nama pena, johndoleo (i.e.,john dari yahya ;doleo…you know lah).hehe.pa khabar bot ? dah lama tak sua neh..

  2. 2

    nia said,

    Bot.. kok sepi sih..
    mana postingan selanjutanya???
    pasti terlalu sibuk ama si baby yahhh??
    hmmm…dah segede apa sekarang??
    salam yah buat adin ma si baby..


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: