Buruh dan upah

May Day telah berlalu. Telah berlalu pula kah ingatan akan hak-hak buruh? Pengusaha mungkin berusaha melupakan, karena mereka sendiri pusing dengan iklim usaha yang relatif mandeg. Para pejabat mungkin lebih ingat dengan penantian reshuffle kabinet. Saya sendiri, terus terang, lebih ingat dengan berbagai hal yang belum selesai. So little time so much to do. Biar begitu, unite!

labour-protest

Foto di atas adalah jeritan hati yang mungkin lebih menyedihkan dari jeritan buruh yang berdemo. Karena dianggap sebagai buruh pun rasanya tidak. Jika ya, mengapa majikan tidak menghargai mereka? Hanya jeritan di ruang gelap yang bisa ditulis. Dan saya yakin sang majikan tidak akan pernah melihat tulisan itu karena letaknya cukup tersembunyi. Walaupun ironisnya, di balik dinding tersebut tersimpan kemegahan suatu kota di negeri ini.

Thanks to zooomr for photo storage.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: