p0rn

Setelah diceramahi bahwa orang yang tidak setuju RUU APP itu adalah penyuka pornografi tentu saya pun merasa dongkol dengan logika aneh itu. Tapi berhubung saya bukan orang beriman ya saya tanya pada yang beriman.

Sontak saya bertanya pada seorang teman di seberang lautan. Teman saya itu, seorang wanita, orang beriman, tidak setuju RUU APP, dan saya tahu betul bukan pecandu pornografi. Bukan cuma dia, saya tahu orang-orang yang sama sekali bukan “bandar bokep” sekaligus tidak menyetujui RUU itu.  Berikut cuplikan percakapan dia (XX) dan saya (XY).

XX: mau tau dumelan temenku tentang ruuapp ini?
XX: RUU APP itu menaruh beban kesalahan pd perempuan.masak kalo ada laki2 terangsang yg disalahinnya perempuannya. perempuan harus tertutup.sementara laki2nya bebas ajah.sementara industri pornografi dan akses ke porno ttp dibiarin
XY: satuhu..
XY: yg bikin gue kesel itu logika kucing..
XY: kucing kalo dikasih ikan asin pasti mau..
XY: la gue bukan kucing!
XY: gue kera bipedal yang berbudi luhur😀
XX: haha
XX: yg mesti tersinggung ama ruuapp dan protes keras terhadap nya seharusnya kaum lelaki dong. selemah itu kah iman kalian😀

Moral… konon itu alasannya. Lalu apa sih moral? Apa batasannya? Saya pribadi bukan “bandar bokep”. Sejujurnya, saya suka kalau disuruh lihat ce telanjang. Suka banget malah hehehe. Tapi saya bukan tipe orang yang mau menghabiskan uang untuk membeli material pornografi. Maklum kaum dhuafa. Tapi tentu saja setelah melihatnya saya tidak lantas memerkosa atau nyolek sana-sini.

Di situlah seharusnya hukum berpijak. Menjaga orang dari mengambil hak orang lain. Menjaga orang tidak memerkosa (hak reproduksi), mencuri (hak kepemilikan), membunuh (hak hidup), melecehkan, dll. Dan membiarkan pemilik hak menentukan sendiri apa yang dia mau tanpa melanggar hak orang lain.

Ambil contoh kaum nudis. Mereka  perlu juga dijaga haknya. Memang mereka adalah minoritas, perlu dijaga hak mayoritas agar tidak terganggu dengan perbedaan yang ada. Bisa diatur agar para nudis boleh beredar pada kawasan atau waktu tertentu, agar tidak mengganggu mayoritas yang tidak ingin melihat mereka. Harus diatur pula agar tidak terjadi pelecehan di bawah umur, dst. Mayoritas tidak perlu memandang bahwa si nudis bejat atau lain sebagainya. Hanya berbeda. Itu saja. Sehingga pada akhirnya keduanya bisa melanjutkan hidup tanpa bertikai. (Tentu saja saya nggak ingin jadi nudis, masuk angin melulu sih, bakal jadi nudis loreng-loreng kebanyakan kerokan hahaha)

Aneh? Melegalisasi kebejatan moral? Semua hal aneh untuk pertama kalinya. Isa disalib, Muhammad dilempari batu. Lalu apa faedahnya menghakimi si nudis itu lebih tidak bermoral dari kita? Daripada ngurusi kelakuan orang lain tidakkah lebih baik kalau kita berkarya saja? Janganlah kita berlaku fasis menentukan orang lain harus bagaimana. Sebaliknya, kita perlu memperjuangkan hak untuk melakukan apa yang baik untuk dilakukan. Hak untuk mendapat pendidikan, beribadah, dst.

Undang-undang seharusnya melindungi seluruh lapisan masyarakat. Bukan sekelompok orang. Bukan saatnya pula kita bersikap masa bodoh seakan hal ini “bukan urusan gue”, RUU ini mempengaruhi hidup semua orang dan masa depan bangsa.
Taut:

5 Tanggapan so far »

  1. 1

    iR said,

    Well, well… lagi-lagi ada seorang penolak RUU APP dan lagi-lagi mengutarakan argumen yang well educated, tapi sayangnya, walaupun diundur sampai Juni, RUU laknat ini akan tetap disahkan karena argumen yang diterima hanya dari mereka yang “beragama”. huahahah.. those b1tcha$$…

    ‘iR’
    http://www.jadul.org/
    bukan sembarang paguyuban

  2. 2

    obot said,

    wow! bos jadul. i’m honored (apa cobaa). dulu banget pernah mampir di jadul

    dalam dunia yang ideal (setidaknya menurut saya).. orang-orang akan menemukan kebahagiaan tanpa harus lari ke pornografi, zat adiktif, dan hal-hal material lainnya… tapi untuk menghindari yang begitu nggak perlu lewat RUU APP konyol itu kan… mungkin perlu diregulasi.. tapi nggak begitu deh redaksional UU-nya..

  3. 3

    iR said,

    Gw update omongan gw… RUU APP hingga 1 hari menjelang taon 2007 blom disahkan, menurut kabar yang gw denger adalah RUU ini sedang digodok ulang.

    Menurut pemberitaan beberapa bulan lalu (setelah lebaran Oktober kmaren), bosnya, si Balkan Kaplale dari Demokrat, sedang memikiRkan perlunya perlindungan anak dari kejahatan seksual dalam RUU itu (setelah gonta-ganti nama RUU, terakhiR namanya RUU Pornografi dan Pornoaksi) yaitu dengan, “melarang anak-anak berusia di bawah 5 tahun untuk bugil”.

    ………………….. benar-benar hebat daya imajinasi seksual para anggota DPR yang tertuang dalam RUU APP, jadi jangan heran kalo sebenernya masih ada ribuan video skandal dari DPR selaen punyanya Maria Eva-Yahya Zaini………..

    Coba, orang gila dari belahan bumi sebelah mana yang punya waktu untuk ngayal aneh-aneh macam itu? Anak 5 taon dilarang bugil, apa maksudnya?? Termasuk gak boleh ganti popok kalo kepepet di tempat umum, gitu?

    btw selamat taon baru 2007, semoga bangsa kita menyadari kemunduran yang dialami….

    ‘iR’
    http://www.jadul.org/
    Bukang Sembarang Paguyuban

  4. 4

    Muh.sukri madina said,

    EmanK susah bnget tuh yg namaX bugil, dari kecil smpai skrg, dh bisa di bayangin gmna dmpakX bagi, merka yang melakukanya dan perlu disadari betapa kecewX rang2 yg mersakn hal – hal yang kurag memberi norma dan prillaku serta mainset positif

  5. 5

    Muh.sukri madina said,

    EmanK susah bnget tuh yg namaX bugil, dari kecil smpai skrg, dh bisa di bayangin gmna dmpakX bagi, merka yang melakukanya dan perlu disadari betapa kecewX rang2 yg mersakn hal – hal yang kurang memberi norma dan prillaku serta mainset yang positif


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: