Suweg & Anggrek van Sukaraja

Seminggu yang lalu aku sempat bertandang ke rumah Yosi, ternyata —entah bagaimana caranya, mungkin terbawa bibit tanaman lain; tumbuh suweg (sesaudara bunga bangkai) di halaman rumahnya. Selain si suweg, tentu saja masih banyak anggrek-anggrek yang tumbuh subur di rumah pecinta [epifit indah](http://www.photo.net/photodb/photo?photo_id=1100329 “anggrek”) itu.

Setelah bicara *ngalor-ngidul* mulai dari presiden yang ternyata kompromistis(?) menghadapi tekanan dari sana-sini… *nggosipin* biotek… sampai urusan bisnis, pembicaraan beranjak serius meyangkut nasib anggrek Indonesia. Beberapa tahun belakangan, spesies anggrek non-silangan (biasa disebut anggrek spesies) mulai diminati kembali oleh kolektor. Gempuran anggrek hibrida (silangan) dari Taiwan rupanya membuat pasar cukup jenuh dan anggrek ‘asli’ pun dilirik kembali. Masalahnya…

Menurut aturan internasional, beberapa anggrek spesies Indonesia dapat diperjualbelikan secara terbatas karena masuk ke dalam [**Appendix II**](http://www.cites.org/ “situs CITES”) CITES yang berarti dapat diekspor **secara terbatas**. Masalahnya adalah pihak otoritas melarang **seluruh** ekspor anggrek non-hibrida (walaupun menurut kesepakatan CITES, hanya beberapa jenis saja yang masuk ‘appendix II’).

Peraturan ini tidak begitu menggembirakan, terutama bagi pengusaha yang telah mengusahakan budidaya anggrek secara legal. Terlebih karena sudah sejak lama banyak anggrek spesies kita yang diekspor ke luar negeri, tidak sedikit kolektor mancanegara yang mampu membudidayakan anggrek tersebut (di negerinya) sementara pengusaha anggrek di sini cuma mampu gigit jari.😦

Upaya konservasi memang perlu dilakukan, maka agar upaya itu tidak sia-sia diperlukan strategi yang tepat. Ada gula ada semut, ada uang ada yang manusia. Selama anggrek masih dinikmati, permintaannya tentu tidak akan surut. Jenis yang populer memang berganti namun bisa dipastikan manusia akan terus menikmati anggrek dan selama itu pula anggrek akan diperdagangkan. Legal atau ilegal. Maka tidakkah lebih baik jika kita memberdayakan usaha anggrek yang legal?

Karena pada dasarnya kita ini bangsa yang memaklumi para maling dan koruptor, jalur ilegal tentu akan ditempuh bila jalur legal tidak ada.😐 Selain negara akan kehilangan sumber penghasilan (devisa), kelestarian anggrek akan tetap, bahkan lebih terancam. Kini para pengusaha (gelap) lebih suka mengambil anggrek spesies langsung dari alam alih-alih membudidayakannya dan tentu saja kemudian diekspor secara diam-diam. Jika ekspor anggrek spesies dilegalkan, maka yang dapat diekspor hanyalah anggrek hasil budidaya (bukan mengambil dari alam) sehingga dapat lebih dikontrol. Memang diakui penegakan hukum akan tetap menjadi masalah. Tapi tidakkah lebih baik jika kita mulai membudayakannya? Lebih lanjut dapat diupayakan upaya pelabelan (*eco-labeling*?) agar konsumen di luar negeri hanya menerima anggrek legal tersebut sehingga anggrek ilegal tidak menarik lagi di mata mereka.

Untuk itulah, jika kita tidak ingin kelestarian anggrek Indonesia dan kesejahteraan kita terancam, usaha menggalakkan budidaya anggrek secara legal perlu dikembangkan. Masalahnya, apakah pemerintah peduli? Apakah departemen kehutanan hanya meninjau hutan dari ‘berapa kubik kayu yang bisa dihasilkan’ belaka? Apakah disadari bahwa bersama kayu yang diangkut, musnah pula banyak jenis lainnya yang *selain* berpotensi ekonomis *juga* merupakan penjaga kehidupan kita melalui layanan ekologis(*ecological service*)nya?

31 Tanggapan so far »

  1. 1

    garing said,

    😯
    aku lagi baca2 tarnyata ada nama familiar yg sudah dijinakkan. aku suka pembukaannya, alinea 2 dst, bahasanya itu lho..(kayak yang udah punya koran aja).
    mudah-mudahan ada orang lain yg baca ya…

  2. 2

    gunawan said,

    Bagaimana cara melakukan kulturjaringan pada budidaya tanaman Anggrek?

  3. 3

    obot said,

    ye,, si garing.. emang garing😀 ya pasti familiar, lha wong itu hasil diskusi sama elo waktu itu tea :p

    Buat Gunawan, maaf baru dibalas (mau japri pun tak bisa karena e-mail anda tidak bisa dihubungi😉. Jadi singkatnya, untuk kultur jaringan anggrek biasanya dilakukan dengan biji. Secara aseptik biji ditanam (dikultur) pada media kaya nutrisi (pepton? koreksi dong, yos) catatan: nutrisi untuk media ini biasanya ‘rahasia perusahaan’. Selanjutnya kultur dibiarkan tumbuh dalam kondisi ‘ideal’, bila perlu bisa dilakukan sub-kultur, dan sebelum ‘dikeluarkan’ ke lingkungan dilakukan ‘hardening’ supaya teradaptasi dengan lingkungan yang sebenarnya setelah dimanjakan oleh kondisi nutrisi dan lingkungan yang serba diatur.

    Kalau belum jelas silakan tanya lagi (kecuali untuk bagian ‘rahasia perusahaan’ karena memang saya tidak tahu, tapi sebenarnya bisa pakai nutrisi standar dulu lalu dimodifikasi sejalan dengan pengalaman keberhasilan), tapi sebenarnya saya tidak berkecimpung dalam bidang ‘itu’ walau pernah ambil kuliahnya satu semester..

  4. 4

    garing said,

    intinya kuljar anggrek sama saja dengan kuljar tanaman lain, hanya saja medianya berbeda karena banyak anggrek yang mengeluarkan banyak senyawa fenol ketika dikuljar. untuk mengatasinya biasanya ditambahkan arang aktiv sekitar 2 mg/l? (harus cek di literatur). media dasarnya bisa dipake MS, atau VW. tambahan bahan lain bisa ditambahkan seperti pepton atau lainnya (tentunya dicoba dulu).
    bahan yang biasa dipake adalah batangnya (untuk yang batangnya panjang), mata tunasnya, atau tangkai bunga (biasa digunakan pada phalaenopsis). segitu dulu aja ya, pengetahuanku juga terbatas.

  5. 5

    yoan said,

    Assalamu’alaikum…..
    kenalan dulu ya friend,
    nanya dong kalo kultur biji anggrek intinya kan mau ke perkecambahan, nah media dah perlu ditambah arang aktif belum, pada masa ini ujuannya untuk apa, karena setahuku arang aktif fungsinya buat nyerap fenol kan?
    trus, bantuin aku dong, info terbaru perkembangan kultur biji anggrek itu gimana??? baik tambahan zatnya,atao yang lain.
    oya, ini tempatnya dimana sih, boleh tahu alamat, siapa tahu bisa jalan-jalan kesana, atao nimbrung bantu kerja, he..he…he…
    Trimaksih banyak, aku berharap banyak dengan jawabannya,
    Wassalamu’alikum .

  6. 6

    yoan said,

    Assalamu’alikum….
    kenalan dulu ya friend,
    eh pingen tahu dong perkembangan kultur biji anggrek sekarang gimana? bisa tambahan medianya, zat-zat yang sudah dicobakan, atau yang penting lainnya yang masih perlu untuk diteruskan penelitiannya, ….mo skripsi.
    oya, obot ini lokasinya dmana, siapa tahu bisajalan-jalan ke sana, nimbrung bantu kerja, he…he,,,
    aku tunggu banget jawabannya. trimakasih.
    Wassalamu’alikum.

  7. 7

    nia said,

    Ass.
    ok saya cuman menambahkan sedikit,selain VW dan MS ada juga media Knudson C dan pupuk daun atau media alami yang dapat digunakan untuk media kultur anggrek yang tentunya dapat dicampurkan di media agar. sedangkan untuk arang aktif selain dapat menyerap racun” yang ada di media tanam dapat juga berfungsi sebagai pelindung dari senar yang berlebih yang dapat mengurangi atau menghambat aktifitas pertumbuhan akar/tunas,oya dalam media dapat di tambahkan juga ZPT lain yang dapat membantu pertumbuhan dan untuk menunjang pertumbuhan yang baik tentunya sterilisasi,penyinaran dan suhu yang sesuai merupakan faktor utama juga:razz:

  8. 8

    tyo said,

    hai obot’s kayaknya lo udah lama berkecimpung dalam bidang ini. Gini i mo nanya apa lo juga tahu tantang daya tahan satu jenis tanaman pada iklim yang berbeda.Misalnya gini, umpanya aja tanaman angrek yang lo bahas itu khan tidak semua jenis tanaman anggrek dari suatu daerah tertentu dapat hidup di daerah lain.And seumpama dapat bertahan juga pasti akan ada perubahan yang terjadi pada tanaman, misalnya tubuh dan bunganya kecil tidak sebesar yang aslinyadi daerah asal.lo tahu ga kira- kira faktor apa aja yang mempengaruhi and perubahan yang terjadi tuh pada organ apa.Bila lo mo ngasih tahu i akan bertrima kasiiiih sekali . ok soalnya i ada tugas buat nyari jawaban nya. ok thank’s

  9. 9

    nurul said,

    hai obot”s aq mo nanya nich masalah cara bikin angrek raksasa walaupun asalnya dari angrek yang kecil, bahan yang dipakai jg apa aja supaya supaya tumbuhnya jd raksasa. ada lagi nich ttg ngatasi akar yang selalu dimakan sama klelet and semut,gmn ngatasinya, emang akar angrek itu kandungannya apa sich kok semut-semut nakal pada suka? bila mo ngasih tau thank banget yaa.

  10. 10

    obot said,

    **nurul** duh, maaf, saya bukan petani anggrek. Tapi nanti saya tanyakan pada petani anggrek. Tapi pertanyaannya aneh, maksud raksasa ini gimana ya? kemungkinan sih dengan perlakuan hormon..

    **tyo** saya sudah balas dulu sekali via email (itu kalau emailmu bener😛 ) malahan ‘situ’ yang belum balas😉

  11. 11

    ndie said,

    di lab gw juga memproduksi tanaman anggrek, semuanya tanaman yang make paten. bisa jadi itu taneman asalnya dari indonesia. uih walaupun pake paten juga harganya ga mahal2 amet tuh (padahal qta dah bayar royalty!!) soalnya yang kita jual tanamannya dalam bentuk invitro bukan dalam bentuk taneman dengan bunganya. udah harganya murah sering banget kontaminasi jamur ama bakteri, medianya make areng aktif dan make media ms dan ekstrak pisang…

  12. 12

    TrenK said,

    Halo
    kenalan dulu ya…
    ak pengen tahu gmn caranya kita bisa tahu masa peralihan anggrek dari vegetatif ke generatif dalam masa pertumbuhannya. trus pemupukan dengan pupuk daun(Hyponex) yang bagus berapa kali 1 minggu n dosisnya untuk yang umur 3 bln n 8 bln.
    gmn cr ngebasmi kutu lilin n vektornya apa
    thx ya

  13. 13

    Muslim said,

    Obot’s yth. mohon bantuannya dimana ya saya bisa memperoleh/membeli bahan kimia untuk media tanaman anggrek, namanya Ferro EDTA (Ferro Sulfat +Natrium EDTA) trim’s ya. Kabar saya tunggu

  14. 14

    lala said,

    Obot….tolong ajarin bikin lab kultur anggrek untuk skala rumah tangga, aku pengen banget memperbanyak anggrek spesies dan hibrid yang keren-keren, ya…ya….

  15. 15

    matias yogi said,

    bagi kami kultur jaringan pada tanaman anggerk adalah mudah kalau bahan dan alat yang sudah lengkap

  16. 16

    celly said,

    hai…salam kenal…minta tolong neh…saya butuh penjelasan tetang kultur jaringan dengan menggunakan “biji anggrek” apa aja sih yang yang dibutuhkan untuk membantu mempercepat pertumbuhan eksplan??? kalo pake hormon, hormon apa aja yang bisa dipakai dan berapa konsentrasinya??? makasi banyak Bot…tolong dijawab ya.penting….

  17. 17

    celly said,

    tolong di jawab ya Obot’s…..

  18. 18

    dewi said,

    Hai, nama gw dewi
    Tolong bantu gw donk, bagaimana cara bertanam anggrek dari perkawinan silang sampai dia tumbuh, tolong yah
    terus bertanam anggrek dengan banyak bunga caranya gimana
    n gw denger dari tukang jual bunga katanya ada pupuk bunga yang bisa buat bunga itu beragam warnanya bener ngk sih
    Thanks yah

  19. 19

    Retha said,

    Apakah tanaman anggrek bisa dikloning? Kalo dikloning dengan sug akan menghasilkan apa? Apakah ada cara lain untuk mendapatkan anggrek varietas unggul selain dengan cara dikloning? Tolong dijawab ya! Sekian dan trimakasih.

  20. 20

    Aviamto said,

    Angrek bisa dikloning, untuk jaman sekarang kenapa tidak saya ada referensinya.

  21. 21

    obot said,

    weleh,, masih aktif toh thread komentar ini. jarang nge-net😦

    kloning tidak bisa mendapatkan varietas ‘baru’ yang lebih unggul, tapi bisa mendapatkan anakan yang ‘sama unggulnya’ dengan induk.

    cara mendapatkan varietas yang lebih unggul, ya bisa dengan cara menyilangkan induk-induk dengan sifat unggul/diinginkan. nah, perbanyakannya (setelah mendapatkan anakan unggul) bisa dilakukan dengan teknik kultur jaringan..

    kloning sudah bisa dilakukan pada berbagai tumbuhan, termasuk anggrek. kloning kan ‘cuma’ memperbanyak, jadi sebenernya perkembangan vegetatif yang sudah dilakukan dari jaman dulu kala juga sudah bisa dibilang kloning sih. cuma sekarang konotasinya adalah klon menggunakan teknik kultur jaringan.

  22. 22

    saji said,

    halo .kenalkan nama saya saji.saya sering kali mencari info tentang kultur jaringan anggrek .dan saya pernah coba mengawinkan anggrek melalui bunga diserbukin antara bunga-anggrek satu sama yang lain.tapi ternyata berhasil .dan saya sekarang mulai mencoba untuk .membikin kultur jaringan lewat biji. waktu dulu pernah 2x gagal tapi yang teraqir ini belum busuk biasanya kalao dulu ditandai dengan pembusukan dan cara saya cukup sederhana ngak perlu (LAP) tapi yang perlu di perhatikan tempat yang steril.mulai peralatan harus steril.tapi cari sendiri alatnya dan tentunya di sekitar anda cukup banyak….selamat mencoba yach……

  23. 23

    atika said,

    please…gw butuh banget bwt tugas gw.
    gimana sih cara kerjanya kultur jaringan pada tanaman anggrek.
    gimana cara melakukannya.please bales….gw butuh bgt bwt tugAS Biologi gw.jelaskan terperinci ya….

  24. 24

    obot said,

    atika, sebaiknya coba kunjungi http://forum.biophilia.or.id (warung kopi hayati) dan gabung jadi member di sana. di warkop itu ada meja kuljar, silakan obrolin kuljar anggrek di sana.. terus terang saya bukan ahlinya, tapi di sana ada rekan2 yang pengalaman kuljar. (saya sudah coba hubungi via email, tapi email yang dimasukkan tidak valid (bounced))

    cara kerja? wah, itu pertanyaan yang sangat tidak spesifik🙂 enggak jelas maunya kultur anggrek jenis apa? kultur dari biji atau apa? mau medium apa? dst.. nanti di warung kopi tanyakan lebih spesifik ya.. see you there!

  25. 25

    Firman Sanyoto said,

    Mau tanya nich, tentang feasibilitas budidaya anggrek secara umum. Masalahnya aku lagi skripsi, tapi data feasibilitas yang kudapat ada perbedaan yang lumayan mencolok. Terima kasih

  26. 26

    mbah opik said,

    Kalau mbah sih ngarepin kiriman biji anggreknya,hayoo siapa yang punya,akan tak uji coba dengan uraian/buah pikir cucuku semua,tolong ya siapa yang punya biji anggrek informasikan ke mbah email :keprak2000@yahoo.com

  27. 27

    anne sofia meirina said,

    hallo salam kenal….
    saya ini adalah seorang mahasiswa jurusan biologi yang sangat berminat sekali kepada anggrek, dirumak saya mencoba membuat laboratorium anggrek kecil-kecilan, blm begiru lengkap sih tapi lumayanlah…
    pertanyaan saya gimana caranya mengetahui ruang steril utnuk anggrek itu sudah steril?Trus pake larutan apa untuk mensterilkan? apakah ada suatu forum untuk para pecinta anggrek?saya ingin sekali bergabung… terima kasih

  28. 28

    zax said,

    he.. annes suka anggrek juga..OK deh ntar dikasih dongeng tentang anggrek, sterilisasi, kuljar, forum, ato apapun lah…sekarang lagi rada riweuh sih..jd ntar ajah…

  29. 29

    Randy said,

    Mau tanyak nih, saya adalah seorang mahasiswa jurusan pangan yang dapat tugas tentang kultur jaringan. Cara kerja kultur jaringan itu bagaimana sih? Bagian yang sebaiknya untuk dieksplan? Serta zat atau hormon apa yang sangat membantu pertumbuhan? Terima kasih.

  30. 30

    saya masih awam cara mengawinkan antar bunga angrek jenis satu dengan jenis yang lain , maka kami ingin mendapatkan artikel cara – cara memperkawinkan antar jenis bunga anggrek, mohon dikirimkan cara-caranya disertai contoh perlakuan dan ada foto-fotonya terhadap langkah melakukan perkawinan anggrek . sen\belumnya saya mengucapkan terimakasih atas bantuannya.

    wasalam
    h.djono.slamet

  31. 31

    nina said,

    sbnrnya aku sering beli anggrek tapi kok ya sering kali mati kecuali yang biasa berbunga / umum semisal nggrek dendrobium warna ungu . kenapa ya ?. padahal kan udah di taruh di pohon karena biasanya kalo di taruh di dlm media pot sering kena jamur/ byk semutnya. pokoknya kalo udah gak ada anakannya, wah… udah miris dan negative thinking duluan kalo anggrek itu gak akan bertahan lebih lama lagi. ternyata mengkoleksi anggrek tuh gampang2 susah…..:(


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: