kebetulan? (morning has broken-continued)

Bagaimanakah rasanya kalau dunia seakan berkonspirasi untuk menghadirkan sesuatu?

… Abis jalan2 keliling kampus, tentu menghabiskan ATP. Maka, obatnya adalah makan. Jelas🙂 Yaya+Angga usul makan di ‘depan’, /me sih ikut aja..

/me + yaya pesen nasi pecel komplet. Angga pesen nasi pecel komplet ngga pake toge. Lho, jadi ngga komplet dong? Ketika dua nasi pecel komplet datang, Angga mengingatkan: ‘nggak pakai toge ya!’ yang membuat kesal si ibu karena dikira budeg😉 ‘ya iya ini yang komplet dulu, makanya dipisah, udah denger koq!’😀

Di sebelah tempat makan ada toko buku kecil, dengan mbak penjaga yang manis🙂 Yaya pun menghampiri… buku. bukan mbaknya😉 sementara gue menghampiri.. buku juga. Ada tumpukan majalah berbahasa inggris di bagian bawah yang menarik perhatian. Formatnya besar, macam tabloid, tapi dijilid dengan stapler. Baca2 dikit.. isinya tentang resensi sastra hedonesia + asing. Asik juga.. liat harganya: cuma dua ribu perak!. Ah,, tapi ternyata majalah lama, pantes murah😛 Sambil menimbang2 akankah dua ribu perak di kantong ditukar dengan majalah itu-sementara di dompet nggak ada isinya. hiks. aku duduk sambil menunggu Yaya baca2. Setelah Yaya beranjak pergi, aku juga pergi, baru setengah jalan.. tiba2 aku berbalik arah dan membeli majalah tadi. Kusimpan.. masuk tas.. dan terlupakan…

Beberapa hari lewat, setelah suntuk baca model, majalah format besar itu menarik perhatianku lagi. Aku niatkan membaca sebagian besar malam itu, sebelum kesibukan lain datang. Tapi baru setengah jalan tiba2 /me kehilangan minat membaca. Too much reading can’t kill you. it only makes you bored;) Akhirnya gue cuma membaca sekilas sampai ke kolom surat pembaca. ‘Ah, baca ini dulu. Pengen tahu komentar pembaca..’ dan di sana terpampang namaku! My god, setelah sekian tahun aku pernah menaruh minat pada majalah itu, baru sekarang aku benar2 membaca majalah itu, dan bahkan gue tidak pernah ingat lagi dengan surat yang kukirim ke majalah itu.

Mungkinkah hal itu menjelaskan kenapa gue begitu bersemangat pagi itu? sebab skenario standarnya adalah: ketiduran lagi:) Apa yang akan terjadi kalau gue menolak ikut makan? Kenapa Yaya ngajak makannya ke sana? Semua itu bagaikan berbagai kemungkinan jalan yang terangkai dengan apik.
Sekarang… gue ga tau apakah majalah itu masih ‘idup’ atau tidak, yang jelas gue tidak akan menyebut pertemuan dengan majalah itu sebagai suatu kebetulan. Mungkin ironis, sebagai biologist-wannabe yang idealnya selalu skeptis terhadap pengalaman dan pengamatan, tapi gue merasa ada konspirasi semesta yang bekerja. Am i guilty for that? i don’t think so. As long as i put my knowledge and scientific inquiries with fact, and only observable fact. i don’t think that it would spoil my credibility. Mau apa lagi? sains memang ‘cuma’ bisa mengandalkan pengamatan. Tapi gue percaya bahwa dalam keacakan pun ada pola yang belum bisa disederhanakan. Tapi nggak berarti gue suka dengan ‘pencocokan’2 ga jelas macam HY. Itu sih……………….(what should i say? i’m tired with those people and their disciples..).

Yang jelas ini mengingatkan gue sama Paulo Coelho:
When you want something with all your heart, the entire universe conspires to give it to you” -Paulo Coelho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: