Arsip untuk Mei, 2005

Antara Kantor Pos, Bea Cukai, dan Ubuntu

Mengingat pengalaman buruk kang Jay, bapak ini dan orang-orang lainnya.. saya tidak terlalu gembira menerima kabar CD Ubuntu telah tiba dan siap untuk diambil. Tentu saja tidak gembira karena selain bea bungkus ulang yang tujuh ribu rupiah itu saya harus bayar biaya pabean dengan harga tebusan Rp. 50.000,00 “saja” :( . “Saja” soalnya ada yang diminta 100 ribu, 200 ribu, sampai 1 juta! #-o

Meskipun begitu, saya berniat untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara “baik-baik” (dan juga bersiap untuk *social engineering* ;) ). So, setelah berputar-putar di daerah “by pass” yang gersang akhirnya saya nemplok di kantor pos yang tampak lengang (sabtu sih). Di surat panggilan tidak ada petunjuk loket nomer berapa yang harus saya tandangi cuma ada judul loketnya —masalahnya judul loket itu nggak ada. Setelah bertanya di salah satu loket (dan dijawab dengan tidak ramah —SERVICE, MA’AM, SERVICE!!! apa waktu kecilnya tidak diajari untuk ramah dan santun ya:( ) akhirnya saya bertemu dengan loket yang seharusnya.

“Pagi, Pak. Mau ambil paket. Ini suratnya”

Setelah mengurusi *paperworks* dan mengambil paketnya, si bapak kembali dan menyodorkan tandatangan untuk pengambilan paket. No, wait!

“Jadi biaya seluruhnya berapa, Pak?”

“Ya ini, 50.000″ sambil menunjuk borang bertuliskan PPN

“Ya justru itu, nilai barang ini kan *nggak segitu*. Ini surat yang menyatakan barang ini gratis dan nilainya *nggak* sampai 1 euro”

“Wah, ya tanyakan saja sama ke bea cukai. Urus di kantor bea cukai di belakang sana” (kecewa dan berubah tidak ramah)

Ya wis.. maju tak gentar membela yang benar! >:/ Sesampai di bea cukai, kantornya ternyata kecil, cuma seuplik. Setelah bilang mau tanya kenapa dikasih bea. Akhirnya langsung digiring ke kantor kepalanya :) . Setelah mengulangi lagi niat saya yang hanya mau membayar bea bungkus ulang. Si bapak malah bilang, “Ya ini kan udah murah”. Yeee…

Saya pernah dengar (walau nggak tahu dasar hukumnya, but worth to try;) ) untuk barang di bawah 50 USD itu bebas bea. Itulah yang saya bilang. Sepertinya si bapak tahu taktik saya tapi mengacuhkannya dan langsung maen hitung-hitungan. Jadi total yang harus dibayar adalah … (lupa, yang jelas nggak relevan). Keterangan bahwa CD ini bukan untuk dijual, untuk pendidikan, dll tidak membuat dia ingin mencabut bea itu.

“Ya saya tahu linux itu gratis, makanya kita hitung berdasar nilai CD-nya. Andaikan saya tahu ini bukan untuk komersial mungkin bisa dibebaskan. Tapi kan sekarang suratnya sudah masuk, tidak bisa saya ubah”. :^o

“Ya sudah. Nggak usah saya ambil. Barang ini didapat gratis, bukan buat saya (untuk dibagikan) dan bukan untuk dijual. Kenapa saya harus repot” (bersiap untuk beranjak)

Akhirnya si bapak menawarkan perdamaian.

“Jadi adek nggak sanggup bayar?” (sialan :-

Komentar (16) »