menyaksikan 7×80 slide yang indah ditampilkan oleh sang
master, don hasman, wuih… bak mendapat durian runtuh. om
don sendiri bilang tadi itu sepertinya jumlah slide
terbanyak yang pernah beliau tampilkan
buat aku pribadi, suguhan tersebut lumayan dapat
menghilangkan kegundahan hati setelah kehilangan sejumlah
uang. tidak hilang dalam arti harfiah, tapi aku harus
merelakan uang tersebut berpindah tangan. akhirnya memang
teringat, bahwa aku pernah menjanjikan sesuatu yang belum
aku penuhi. alhamdulillah untuk peringatanNya.
kembali ke om don, –kalo paman don kok nggak pantes ya:)
koleksi beliau sungguh menawan dan ngabibita
(membuat ingin) hunting foto karena tanpa basa-basi dengan
hal-hal teknis, beliau menggugah pengambilan sudut pandang
fotografis baru untuk budaya dan alam hedonesia.
salah satu hal yang agak mengkhawatirkan, dalam
penelitiannya di baduy (orang baduy sendiri menyebut diri
mereka urang kanekes), beliau melihat masuknya
budaya yang tadinya tidak pernah ada. tenunan kain baduy
yang khas, kini telah dirasuki motif-motif sulaman baru
yang tentu saja bukan asli leluhur mereka. entah baik atau
tidak, yang jelas hal ini menunjukkan bahwa mulai ada
pemikiran untuk berkompromi dengan apa yang laku di luar
sana (pasar). dan ini terjadi di baduy dalam(!).
masih dalam hal tenunan, ternyata kini mereka menggunakan
bahan pencelup sintetis. tentu saja tanpa memperhatikan
bahaya dari bahan tersebut. om don sempat berspekulasi
bahwa dalam satu dekade mendatang kanker
mungkin akan menyergap warga kanekes. selain memang angka
harapan hidup yang relatif rendah karena faktor nutrisi,
kerja keras, dan perkawinan sedarah, bahan kimia
karsinogenik ini dapat menggiring mereka menuju kepunahan.
sebenarnya masih banyak yang ingin ditulis. mungkin esok.
sebab untuk hal yang lain, hati ini jadi gundah rupanya.