Arsip untuk Mei, 2004

kebetulan? (morning has broken-continued)

Bagaimanakah rasanya kalau dunia seakan berkonspirasi untuk menghadirkan sesuatu?

… Abis jalan2 keliling kampus, tentu menghabiskan ATP. Maka, obatnya adalah makan. Jelas :) Yaya+Angga usul makan di ‘depan’, /me sih ikut aja..

/me + yaya pesen nasi pecel komplet. Angga pesen nasi pecel komplet ngga pake toge. Lho, jadi ngga komplet dong? Ketika dua nasi pecel komplet datang, Angga mengingatkan: ‘nggak pakai toge ya!’ yang membuat kesal si ibu karena dikira budeg ;) ‘ya iya ini yang komplet dulu, makanya dipisah, udah denger koq!’ :D

Di sebelah tempat makan ada toko buku kecil, dengan mbak penjaga yang manis :) Yaya pun menghampiri… buku. bukan mbaknya ;) sementara gue menghampiri.. buku juga. Ada tumpukan majalah berbahasa inggris di bagian bawah yang menarik perhatian. Formatnya besar, macam tabloid, tapi dijilid dengan stapler. Baca2 dikit.. isinya tentang resensi sastra hedonesia + asing. Asik juga.. liat harganya: cuma dua ribu perak!. Ah,, tapi ternyata majalah lama, pantes murah :P Sambil menimbang2 akankah dua ribu perak di kantong ditukar dengan majalah itu-sementara di dompet nggak ada isinya. hiks. aku duduk sambil menunggu Yaya baca2. Setelah Yaya beranjak pergi, aku juga pergi, baru setengah jalan.. tiba2 aku berbalik arah dan membeli majalah tadi. Kusimpan.. masuk tas.. dan terlupakan…

Beberapa hari lewat, setelah suntuk baca model, majalah format besar itu menarik perhatianku lagi. Aku niatkan membaca sebagian besar malam itu, sebelum kesibukan lain datang. Tapi baru setengah jalan tiba2 /me kehilangan minat membaca. Too much reading can’t kill you. it only makes you bored;) Akhirnya gue cuma membaca sekilas sampai ke kolom surat pembaca. ‘Ah, baca ini dulu. Pengen tahu komentar pembaca..’ dan di sana terpampang namaku! My god, setelah sekian tahun aku pernah menaruh minat pada majalah itu, baru sekarang aku benar2 membaca majalah itu, dan bahkan gue tidak pernah ingat lagi dengan surat yang kukirim ke majalah itu.

Mungkinkah hal itu menjelaskan kenapa gue begitu bersemangat pagi itu? sebab skenario standarnya adalah: ketiduran lagi:) Apa yang akan terjadi kalau gue menolak ikut makan? Kenapa Yaya ngajak makannya ke sana? Semua itu bagaikan berbagai kemungkinan jalan yang terangkai dengan apik.
Sekarang… gue ga tau apakah majalah itu masih ‘idup’ atau tidak, yang jelas gue tidak akan menyebut pertemuan dengan majalah itu sebagai suatu kebetulan. Mungkin ironis, sebagai biologist-wannabe yang idealnya selalu skeptis terhadap pengalaman dan pengamatan, tapi gue merasa ada konspirasi semesta yang bekerja. Am i guilty for that? i don’t think so. As long as i put my knowledge and scientific inquiries with fact, and only observable fact. i don’t think that it would spoil my credibility. Mau apa lagi? sains memang ‘cuma’ bisa mengandalkan pengamatan. Tapi gue percaya bahwa dalam keacakan pun ada pola yang belum bisa disederhanakan. Tapi nggak berarti gue suka dengan ‘pencocokan’2 ga jelas macam HY. Itu sih……………….(what should i say? i’m tired with those people and their disciples..).

Yang jelas ini mengingatkan gue sama Paulo Coelho:
When you want something with all your heart, the entire universe conspires to give it to you” -Paulo Coelho

Komentar bertahan »

koq sama?

Hwarakadah. ternyata aku memilih templat yang sama dengan pak Budi Rahardjo :) Tapi percayalah, bukan gue yang ikut2an dia. Kemungkinan besar sih dia yang ikut2an aku heheheh..belagu amat nih gue ;)

Well, pas aku tau ada templat2 baru emang templat inilah yang aku rasa paling gue banget!. Makanya aku pilih. Jadi mungkin pak budi itu satu minat sama aku kali ya.. hmm.. tapi bisa jadi emang bener. gue minat kompie, open source, and the like, walo tidak mendalami. aku juga suka rock, peduli sama pendidikan (though that my OWN education have been through thunderstorm ;) , dst..

Jadi, mungkin emang ada kaitan antara minat aku dan si pak bud dengan pengambilan keputusan kita ngambil templat yang sama. duh.. jadi inget kuliah behavioural ecology.. Dasar manusia emang selalu penasaran, pengambilan keputusan burung untuk hinggap atau terbang ke pohon berikut aja dipikirin.. dibikin model.. Kalo hinggap, hinggap di mana? kalo berikut ke mana? kenapa?
too big to fuss about? mungkin.
models can’t tell you the truth? tentu saja.
all models are wrong, but some are useful tapi setidaknya otaknya dipake buat MIKIR dan bukan buat korupsi!

Kembali ke pak BR, tulisan di blog-nya asik juga buat disimak, apalagi yang ini. Lumayan lah buat jadi cemeti =)

Komentar bertahan »

morning has broken

I’m not a morning person. Gue ngaku! kuliah jam 8..dateng jam 8.30 ;) tapi gak masalah! karena gue punya radar hebat yang bisa mendeteksi kedatangan dosen:) dateng 8.30 itu gak masalah, karena bos tercinta pasti masih terhadang macet dan lain sebagainya (dasar orang sibuk..). Biasanya jam 8.15 akan ada sms.. beeep…: ’saya masih di jalan. tunggu’. tuuh bener kan ;)

Radar hebat ini juga bisa mendeteksi kedatangan dosen! Kalo di pagi hari nan cerah gue merasa lebih suka untuk ngopi dan baca2 ketimbang mandi dan pergi kuliah…. itu artinya si bos tidak akan datang! dan beeep.. sms datang: ’sorry. hari ini tidak ada kuliah. saya di jkt’ :D

tapi bukan radar kemalasan itu yang membuat gue takjub hari ini.. Tadi pagi gue berhasil melawan rasa malas dan pergi ke kampus saat masih pagi buta (baca: jam 7 waktu obot hehe) Biar kata jalanan udah rame, tapi pergi “sepagi” itu cukup membuat gue bangga :) sampe kampus jalan2 keliling kampus bareng Angga+Yaya sambil berburu foto. Dan itulah dua hal yang gue kangenin. apalagi yang jalan2 keliling kampus…duh… dulu itu tiap minggu bisa dua kali keliling kampus. kadang cuma strolling around, kadang sambil ngamatin belasan jenis burung kampus (kalo ditambah sama yang lepasan sih bisa lebih dari 20).. AND IT’S SOOOOO REFRESHING!

thank god for this morning, i’ll do it more often.

Komentar bertahan »

hiks..hiks..hiks.. sudah begadang.. datang pagi2 dengan ceriah untuk bekerjah. tapi ihiks.. malah jadi mesti benerin kompie..

ya sudra lah..

Komentar bertahan »

ya ampuuuun.. pokonya jangan nonton indonesian idol sambil makan. bisa2 mati keselek :) Tapi salut juga ya, mereka pede2 banget atau malah saking putus asanya jadi gitu?? juara ‘coba lagi’ juga emang beneran edan, masa nyanyi sambil SKJ :D

yang jelas menurut gue idol lebih menarik daripada AFI soalnya ga ada acara eliminasi sambil tangis2an yang mendayu2. Kenapa ga bisa kaya survivor aja gitu.. tereliminasi ya terima dengan lapang dada.. ga usah didramatisir.. dasar acara (lisensi) mexico, ga jauh beda lah sama telenovela :p

Trus lagi berhubung ini bukan pop-con, jadi yang nyanyi juga emang terseleksi yang keren banget yang muncul: survival of the fittest ;) sampe sekarang gue masih takjub sama aiken pas dia nyanyi lagu bee gees yang super keren. Even simon would agree :)

well,, begitulah dunia hiburan di jaman instan dan massal..

Komentar bertahan »


may day

WORKING PEOPLE OF ALL COUNTRY, UNITE!

Komentar bertahan »