Arsip untuk Februari, 2004

i’ve spent almost 6 dull hour in hospital. yes. i’m not well, yet.. so i decide to visit a more ’serious’ doctor with a result of waiting in a loooong line. she’s got quite a reputation, that explain the long line. what concern me is her advice that i can’t be tired, can’t go out at night, must rest, etc.. so when on earth i can go out owling? considering that.. i even alredy think of changing my research subject.. sad..sad..sad.. :(

reading some lines below (yes, this blog still look awful on IE, the sidebar’s going downside =/ but at least looked better) i realize that my anger is different from muhammad or yesus.. they show their disaproval for the bad, and not because they can’t do nothing. they do it to ‘enlighten’ (wow, bahasa orang beriman. heheh) their peoples. It’s different from my anger which is a mere desperate emotion.. argh. i’m not in the mood to write such a spiritualistic things.. but let me end it with this prayer,, hasbunallahu wani’mal wakiil.. god suffices us and He is the best Guardian.

Komentar bertahan »

** MEGATRUH (Megat Ruh)
WS Rendra

O, akal sehat jaman ini!
Bagaimana mesti kusebut kamu?
Kalau lelaki kenapa seperti kuwe lapis?
Kalau perempuan kenapa tidak keibuan?
Dan kalau banci kenapa tidak punya keuletan?

Aku menahan air mata
punggungku dingin
tetapi aku mesti melawan
karena aku menolak bersekutu dengan kamu!

Kenapa anarki jalanan
mesti ditindas dengan anarki kekuasaan?
Apakah hukum tinggal menjadi syair lagu disco?
Tanpa pancaindra untuk fakta
tanpa kesadaran untuk jiwa
tanpa jendela untuk cinta kasih
Sayur mayurlah kamu

Dibius pupuk dan insektisida
kamu hanya berminat menggemukkan badan
Tidak mampu bergerak menghayati cakrawala
Terkesima
Terbengong
Terhiba-hiba
Berakhir menjadi hidangan para raksasa

O, akal sehat jaman ini
kerna menolak menjadi edan
aku melawan kamu!……….


Kesadaran adalah matahari
Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala
Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata

Komentar bertahan »

entah sudah berapa kali sumpah serapah dilepaskan untuk akbar malam ini. sudah tak tak terkira makian yang terpendam dalam dadaku. sedikit banyak kutahu kemarahan tak banyak hasilnya. tapi jika muhammad atau yesus pun bisa marah, maka kunyatakan sekarang: AKU MARAH!!! tak perlu kubakar gedung golkar atau kulakukan hal anarkis lainnya. tapi harus kunyatakan: AKU MARAH!!

agak bingung juga menilai situasi ini.. kita harus adil dan menerima keputusan MA, namun di sisi lain aku harus kecewa dengan dakwaan jaksa penuntut yang sepertinya memiliki celah berkelit untuk akbar.. aku juga kecewa dengan represi aparat [terlepas dari apakah provokator pelempar batu jahanam itu benar pihak mahasiswa atau provokator akbar] yang jelas nyata terlihat adalah: mahasiswa tersebut tidak profesional dalam berdemo! aku tidak melihat ada medis dari mahasiswa, tidak melihat kerapihan barisan dan komando, tidak… argh. sudahlah.

tapi yang membuatku makin tercenung adalah beberapa hari ini aku sangat sering mendengar ’siang seberang istana’nya bang iwan.. ikut berteriak dan mencabik gitar dan menahan air mata. terus terang aku tidak mengikuti berita dan hanya karena kebetulan aku tadi lihat siaran langsung putusan kasasi tersebut.. dan suara iwan fals pun kembali berteriak gemuruh dalam dadaku.

Komentar bertahan »