Tadi siang sempat syok gara2 mu2n cerita hari Kamis harus presentasi rancangan penelitian. Bukannya apa2, bahan2 masih belum lengkap, survey belum kelar, kesehatanku juga masih rada mengkhawatirkan (i even promised myself to see physician for tomorow which is surprising since i hate hospital), permintaan kopi jurnal ke Bckg ga dibales
I feel completely clueless. to make things worse, i feel exhausted by the illness.. Tapi tak selamanya kejutan itu menyebalkan. Kejutan kedua adalah makan2 lab.
seperti biasa, kita ke Lembang dan makan di B. Hampir semua asisten hadir.. menyenangkan dan mengenyangkan
Trus ketemu ‘it’. kelihatan lelah. poor guy. he should see ’someone’. i even have a new year resolution for him: find him a wife
but for now i could only give him a can of sprite. his favorite (?).
d i s t o r s i
abis bantu beres2 lab. aku ngobrol lagi sama anak2 N. nerusin obrolan minggu kemarin tentang Pendidikan Kaum Tertindas-nya Paulo Freire. Yang bikin aku terkejut adalah ternyata sampai saat ini pemikiran aktivis2 kampus terhadap diskursus Freire masih salah seperti dulu. Menyedihkan. Agn cerita bahwa kawan2 kampus ngasih tau ke dia bahwa Freire itu intinya adalah ‘ditindas dulu agar sadar’. Edan! “Aktivis”2 kampring itu kayanya cuma baca judulnya doang
Ini bikin inget dulu jaman mau oskm. sebelum jadi mentor, kita diwawancara dulu sama some stupid senior. dengan belagunya dia bilang hal yang sama (PKT adalah tentang menindas).. walhasil, aku tidak pernah jadi mentor dan malas aktif di ‘pusat’. Andaikan mereka baca barang satu bab… untungnya si jsp sudah beneran baca buku itu dan dia mengamini aku bahwa Freire memang tidak pernah bilang kita harus menindas siapapun. Minggu depan kita berencana meneruskan ngobrolnya.. moga2 bermanfaat deh. Aku masih ingin memfasilitasi mereka mengeluarkan potensi mereka menjadi saintis sejati dan peduli sekitar. utopic, huh? Senang juga mereka tuh mau baca buku, belajar, dan diskusi.. keep on fighting guys!
Angkatan muda Indonesia, tunjukkanlah keberanian untuk menumpas kebusukan!! –Pramoedya Ananta Toer
Kalau kamu kira humor a la 