New status

I was busy :D

Baru sadar papan status di pesan instan masih ‘busy’ melulu. Untung diingetin teman (yang juga ‘lupa’ udah holiday season. Ow, come’ on. It’s holiday! Celebrate the life!

Comments (3) »

Buncah

Kalau buncis itu kacang, maka buncah adalah perasaan gua saat ini. Buncah, karena ada yang sesak dalam diri. Energi yang sesak, mendesak, meledak-ledak. Masa ajeb-ajeb yang baru usai masih belum menyalurkan seluruh energi. Masih belum “turun”, masih jaim, masih ingat daratan. Tapi cukuplah untuk mengembalikan memori masa muda hehe..

 Sebetulnya sih, gua percaya muda itu urusan state of mind. Berapa banyak elu lihat orang muda yang menyia-nyiakan kebeliaannya, sementara yang renta malah tegar bersemangat. Tapi semangat di perempatan hidup sepertinya belum cukup. Perlu pikiran jangka panjang, dan mungkin juga peruntungan. Perlu juga menentukan mau menapaki jalan sambil merangkak, berlari, atau berputar-putar.

Yang terakhir itu, meskipun bukan pilihan, kayaknya sedang gua jalani. Agak menyebalkan, serasa disorientasi. Apa gua pakai peta yang salah? Sepertinya sih gua sedang berjalan terus ke Utara. Mungkin pengaruh romatisme yang bikin gue terus ngalor. Tapi apa perlu ngidul hanya karena alasan pragmatis. Hmm, tambah runyam ini tulisan. Cogito ergo doleo. Gua tambah quote yang enggak nyambung sekalian deh, hehe

“Any man who is under 30, and is not a liberal has no heart; and any man who is over 30, and is not a conservative, has no brains” –Sir Winston Churchill    

 Biar tambah kacau, mari kita menyanyi.. Hear me in the harmony-nya Harry Connick, Jr. The city don’t even matter, I could be anywhere, I don’t care, There’s a whole lotta hard workin people That could take my place, And it’s easy to leave, When nobody knows your face, Just close your eyes, You can hear me in the harmonyI came up in New Orleans, Fixin what I could find, To peace my mind, I gave what I had to the winners, Just to get along, But it’s really hard to sing, When nobody hears your song, Just close your eyes, You can hear me in the harmonyI thought I learned from getting burned, I bought a suit of armor and a silver cane, I found a little man who’d be proud of me, But he had to get up early, And I had to get back to my painI guess I’ll keep on livin, One day they’ll ask for me, I’ll be free, And if there’s a heaven, I’ll be ready for my life to begin, But I wonder if I call, If they’re gonna let me in, Open your eyes, You can hear me in the harmony

Comments (2) »

Midnight at Kuta..

Well, past midnight actually. It’s really good to be at the beach tonight. There was quite a crowd (it’s Saturday night!) but you could feel the serenity comes from the ocean. With the * in hand, the night pass by quickly and it’s suddenly raining. But it’s quite enough to fresh up my spirit that’s wore down throughout the Conference. And I’m sorry that I wasn’t really into the conference. I was busy running here and there for whatever errands ahead.

This is really an exhaustive week, but more should come. There’s not much progress yet on the negotiation. But lets save it ’til Monday. So, tomorow –I mean, this morning, we’ll go to Ubud and elsewhere. I really hope that we could have some more fun.

Leave a comment »

Makan siang

Lunch boxLunch

Laba-laba yang cantik ya? Terlihat kejam peristiwa pemangsaan ini. Tapi ingat saja kita pun sering makan mahluk lain, entah berkaki, tidak berkaki, atau malah berfotosintesis. Yang jelas, tangan ini gatal-gatal setelah mengambil gambar. Mungkin bulu-bulu yang terbang hinggap ke tangan. Waktu itu cuaca memang cukup berangin jadinya si laba-laba berayun ke sana ke mari. Cukup sulit buat mengambil fotonya. Silakan klik foto untuk melihat versi citra yang lebih besar.

Semoga tidak mengurangi selera makan :)

Comments (3) »

Bunga

floweronabridge

Taman Nasional Meru Betiri..

Berhubung lagi sering berkelana masuk ke luar gedung. Jadi kangen masuk ke luar hutan…

Comments (10) »

Buruh dan upah

May Day telah berlalu. Telah berlalu pula kah ingatan akan hak-hak buruh? Pengusaha mungkin berusaha melupakan, karena mereka sendiri pusing dengan iklim usaha yang relatif mandeg. Para pejabat mungkin lebih ingat dengan penantian reshuffle kabinet. Saya sendiri, terus terang, lebih ingat dengan berbagai hal yang belum selesai. So little time so much to do. Biar begitu, unite!

labour-protest

Foto di atas adalah jeritan hati yang mungkin lebih menyedihkan dari jeritan buruh yang berdemo. Karena dianggap sebagai buruh pun rasanya tidak. Jika ya, mengapa majikan tidak menghargai mereka? Hanya jeritan di ruang gelap yang bisa ditulis. Dan saya yakin sang majikan tidak akan pernah melihat tulisan itu karena letaknya cukup tersembunyi. Walaupun ironisnya, di balik dinding tersebut tersimpan kemegahan suatu kota di negeri ini.

Thanks to zooomr for photo storage.

Leave a comment »

Kopi pagi…

Waduh, banyak sekali yang ingin ditulis tapi (seperti biasa) belum sempat. Tapi kata orang sih a picture’s worth a thousand words. Jadi, nikmati saja citra-citranya di zooomr (`o’ nya ada tiga) ya, cerita-ceritanya menyusul ;)

Coffee vendor

Ship in the middle of the city

Leave a comment »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.